Lab 001 Konfigurasi jaringan Statis dan Dinamis

Assalamualaikum.Wr.wb

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara untuk mengkonfigurasi jaringan statais atupun jaringan dinamis dalam satu router. Apa yang dimaksud dengan ip statis dan ip dinamis?
  • IP Statis adalah IP yang diisi sendiri atau ditetapkan sendiri seceara manual dan tidak akan berubah-ubah.
  • IP Dinamis adalah IP yang tidak tetap atau bisa berubah ubah otomatis, IP dinamis ini didapatkan dari router menggunakan DHCP Server.
Contoh desain jaringan :
 Perintah :
  • 1 Router terhubung dengan dua jaringan
  • Ether 1 menggunakan IP Address Statis
  • Ether 2 menggunakan IP Address Dinamis
  • Konfigurasi Jaringan IP Dinamis
Buka Winbox > Pilih MAC Address > Connect

Mengatur Ip Address untuk menambahkan IP Dinamis pada ether 2. IP > Address > (+) > Isi Ip Address untuk ether 2 "192.168.2.1/24" > Interface "ether 2" > Apply > OK
    Mengatur Ip Address DHCP Server agar client dapat mendapatkan alamat IP secara otomatis. IP > DHCP Server > DHCP Setup > Pilih "Ether2" > Next

    Tahap Konfigurasi IP Dinamis atau DHCP Server telah selesai. selanjutnya yaitu tahap pengujian, Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change Adapter Setting > Local Area Connection > IPv4 > Poperties > Pilih "Obtain an IP address automatically" > Ok
    Lihat IP Client apakah telah mendapatkan alamat IP secara otomatis, Klik Local Area Connection > Details.
    Client sudah mendapatkan alamat IP secara otomatis. Tahap selanjutnya pengujian Ping apakah client dapat terhubung ke client lainnya atau ke mikrotik. cmd > Ping IP Mikrotik "192.168.2.1" > Ping IP Client Lainnya "192.168.2.252"
  • Konfigurasi Jaringan IP Statis 
Mengatur Ip Address untuk menambahkan IP Static pada ether 1. IP > Address > (+) > Isi Ip Address untuk ether 1 "192.168.3.1/24" > Interface "ether 1" > Apply > OK
Mengatur Ip Address untuk menambahkan IP Static agar client dapat diatur dengan IP Statis pada ether 1. IP > DHCP Client > (+) > Isi interfaces "Ether 1" > OK
 Tahap selanjutnya yaitu menambahkan alamat IP pada komputer client. Buka Control Panel > Network and Internet > Network and Sharing Center > Change Adapter Setting > Local Area Connection > IPv4 > Poperties > Isi IP address "192.168.3.2" > Isi Subnetmask "255.255.255.0" menggunakan prefix /24 > Isi Default Getheway "192.168.3.1 > OK
 Tahap selanjutnya pengujian Ping apakah client dapat terhubung ke client lainnya atau ke mikrotik. cmd > Ping IP Mikrotik "192.168.3.1" > Ping IP Client Lainnya "192.168.3.3".
Sekian dari contoh dari konfigurasi jaringan statis dan dinamis dalam 1 router semoga bermanfaat dan semoga pembaca dapat mempraktikannya.
Wassalamualikum Wr.Wb

Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Unknown
AUTHOR
08 Januari, 2017 delete

makasi tutorial ini sangat membantu

Reply
avatar
Es Teh Wanget
AUTHOR
10 Januari, 2017 delete

mantap gan. itu pake winbox versi lama apa baru gan ????

Reply
avatar
comment
AUTHOR
24 Agustus, 2017 delete

kalo setting ip alias yang 1 ip statis dan 1 dinamis dlam 1 ethernet gimana boss. syarata 1 eth beda ip add misal 192.168.1.0/30 << dinamis dan 192.168.10.0/30 << statis keduannya dalam 1 eth

Reply
avatar